Kamis, 24 September 2015

Akhirnya Aku Melepaskan Pekerjaanku.. :)



       Melepaskan pekerjaan disaat orang lain saat ini sedang sibuk mencari pekerjaan adalah hal yang cukup berat. Namun disisi lain aku juga merasa lelah dan tidak nyaman dengan kondisiku saat ini. Iya, kondisi sedang hamil muda dan dituntut untuk bekerja selama 9 jam sehari membuat kesehatanku menurun. Suami pun memintaku untuk segera berhenti bekerja karena khawatir dengan kesehatanku. Sebenarnya dari awal menikah suami sudah meminta untuk berhenti bekerja karena posisiku di kantor membuat aku terpaksa harus berurusan dengan lawan jenis. Tapi aku mencoba bernegosiasi dengan suami agar aku berhenti kerja saat sudah genap 1 tahun. Namun sepertinya Allah berkehendak lain, aku sempat sakit dan mendadak terkena serangan vertigo karena terlalu lelah bekerja. Mungkin itu adalah cara Allah menunjukkan agar aku segera menuruti perintah suami untuk berhenti bekerja.. bisa jadi sih.. haha..
       Suami mengingatkan agar aku meniatkan ini semua karena Allah, insyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik nantinya. Apalah artinya kerja dengan gaji sekian rupiah jika suami tidak ridha. Akhirnya awal bulan september aku mengajukan surat pengunduran diri.. Bismillah.. aku hanya ingin menjadi istri yang taat dan menjadi Ibu yang memiliki waktu sepenuhnya untuk anak kelak. Aku yakin masalah rezeki sudah dijamin oleh Allah... 
         Sebenarnya semenjak kuliah pun cita-citaku sederhana, aku ingin kelak anak-anakku dididik dan dibesarkan oleh wanita yang minimal lulusan S1. Kalau aku bekerja, kemana aku harus mencari baby sitter lulusan S1? :)


Rabu, 12 Agustus 2015

Kata Siapa Kucing Penyebab Utama Toksoplasma?




“Hati-hati jangan terlalu dekat sama kucing, ntar susah hamil loh!”
     Buat para cewek pecinta kucing pasti sering tuh dengar petuah semacam itu. Bahkan ada beberapa orang yang jadi parno sama kucing dengan alasan takut sama bulunya. Ada kucing datang mendekat langsung di hush hush. Kasian si meong, padahal dia Cuma minta makan atau sekedar ingin dimanja.

     Dari kecil aku selalu melihara kucing gara-gara nenekku juga melihara kucing. Emang sih aku nggak adopsi kucing cantik sejenis persia atau anggora dari petshop. Semua kucing yang pernah ku pelihara hanya kucing lokal alias kucing kampung. Kucing-kucing tersebut ada yang dikasih orang, ada yang sengaja kupungut di jalan, ada yang datang sendiri ke rumah sampai akhirnya ku pelihara. Kucing-kucing tersebut aku perlakukan seolah mereka anggota keluargaku sendiri. Bahkan aku menyebut diriku “kakak” bagi mereka. Jadi misal ada kucingku yang namanya habibie meong-meong karena lapar, aku biasanya bilang “iya..iya kakak ambilkan dulu nasinya, sabar nasinya masih panas”. :D

     Singkat cerita, satu bulan menikah aku positif hamil. Alhamdulillah dikasih kepercayaan begitu cepat oleh Allah. Dan tiba-tiba semua perkataan orang tentang kucing dan toksoplasma membuatku kepikiran. Ya aku sih tetap yakin aja, nggak mungkin lah binatang kesayangan Nabi Muhammad SAW mendatangkan keburukan bagi kita. Intinya sih Nabi tidak mungkin akan menyukai kucing kalau kucing itu sendiri berbahaya bagi manusia. Selain itu aku juga yakin kalau kita baik sama makhluk ciptaan Allah, mereka juga pasti akan mendoakan yang baik-baik untuk kita. Kucing memang tidak bisa bilang terimakasih setiap kali kita memberi mereka makan, tapi yang melihara kucing pasti merasakan setiap kucing tersebut mengeluskan kepalanya ke tangan atau kaki kita dengan manja, itulah cara mereka berterimakasih dan mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap kita.

     Meskipun aku yakin InsyaAllah kucing tidak akan membawa bahaya bagiku maupun si debay, tapi nggak ada salahnya kan kalau aku cek toksoplasma ke lab. Lagipula toksoplasma nggak mutlak hanya ditularkan dari kucing. Makanan yang dikonsumsi setengah matang pun bisa jadi penyebabnya. Banyak orang yang terkena toksoplasma justru mereka yang tidak memelihara kucing. Hayoo... masih mau nyalahin kucing sebagai penyebab toksoplasma?

      Setelah melakukan pengambilan sampel darah pada hari Sabtu di Laboratoriom Prodia Banjarmasin, hari Selasa hasilnya sudah dapat diketahui. Oya sebenarnya seharusnya sih tes untuk wanita yang lagi promil maupun yang sudah hamil adalah tes TORCH lengkap. Tapi karena aku alhamdulillah nggak pernah kena cacar dan nggak ada riwayat herpes (Naudzubillah), aku rasa cukup tes anti toksoplasma Igg dan Igm nya saja. Untuk tes yang lainnya bismillah aja semoga hasilnya baik-baik aja. 

     Pemeriksaan anti Toksoplasma IgG dilakukan untuk mengetahui adanya antibodi Igg terhadap parasit toxoplasma gondii[1]. Sedangkan pemeriksaan anti toksoplasma IgM untuk mengetahui apakah saat ini tubuh kita terserang tokso atau tidak. Dan hasil dari pemeriksaanku kemarin adalah..
        Alhamdulillah baik IgG maupun IgM nya non reaktif. Artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. Asli deg-degan banget waktu mau buka amplop hasil labnya itu. Fyuhhh.. Lega dan puas deh pas udah cek di lab Prodia. Apalagi pelayanannya bagus banget. Bahkan petugas labnya juga ramah. Mba petugas lab nya bisa benget bikin aku yang sempat gugup waktu mau diambil darah jadi nggak ngerasa sakit yang berarti. Haha..
     Sekarang sudah terbukti kan kucing bukan penyebab utama toksoplasma, jadi please jangan mengkambing hitamkan kucing terus. Kalau kamu melihara kucing, intinya sih jaga kebersihan tangan tiap habis megang kucing. Kan toksoplasma itu sebenarnya menyebar dari kotoran kucing, namun tidak semua kucing penyebab toksoplasma. Lagi pula kamu melihara kucing main sama kucingnya kan? Nggak main sama po*p nya kucing. ._.”
       Jadi selama kamu bisa jaga kebersihan sih aman-aman aja. Tapi menurutku tes Torch itu tetap penting dilakukan oleh wanita yang mau menikah atau yang sudah hamil sekalipun. Karena penyebab toksoplasma tidak hanya dari kucing. Naudzubillah mindzalik kalau ketahuan kena kan bisa cepat diobati.

Semoga bermanfaat.. ^^

DaPus
[1]http://www.academia.edu/9205914/Anti_Toxoplasma_IgG_positif_Anti-Toxoplasma_IgG

Minggu, 12 Juli 2015

Two Stripes :)



رَبِّ هَبْ لى مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa (QS. Ali ‘Imran [3]: 38)
-30 Juni 2015-
Hari ini sudah telat 3 hari dari masa haid terpanjangku. Sebelumnya masa haidku berkisar antara 32-35 hari, dan hari ini sudah hari ke-38. Penasaran, tapi takut sama hasilnya, tapi kepo juga.. akhirnya habis sahur memutuskan untuk mencoba testpack yang dibelikan oleh suami. Btw waktu itu pake merk direct test (sorry gak pake sensor merk) karena ini yang pertama kali jadi mikirnya gak apa-apa lah beli yang agak mahalan. Oiya harganya Rp. 22.000, ada cawan untuk menampung pipisnya. Pas udah dicoba muncul 1 garis. Ditunggu tunggu eh cuma 1 garis aja yang artinya (-). Kecewa sih tapi berusaha ikhlas, dibawa santai aja, toh baru nikah 1 bulan yang lalu juga. 

-09 Juli 2015-
Ini sudah hari ke-47 dari HPHT (hari pertama haid terakhir), sudah 2 minggu telatnya.  Padahal sebelum-sebelumnya gak pernah telat selama ini, paling lama 1 minggu, itu pun jaraaaaang. Gelisah lah, apalagi beberapa hari sebelumnya juga ngerasain gejala-gejala mau haid gitu, perut kram, pinggang pegal, PD sakit. Tapi ada beberapa hal yang aku rasakan agak berbeda. Misal perut kram kalau mau haid biasanya cuma pas H-1 haid. Jadi aku pikir waktu itu “ah paling besoknya haid”. Tapi setelah beberapa hari kemudian tetap gak datang juga si haid. Malah perut masih suka kram, apalagi pas malam hari. Kram nya juga gak nyantai gitu, kayak lagi haid. Selain perut kram, PD juga nyerinya lebih berasa agak gimana gitu. Ya bayangin aja dipake jalan aja berasa gak nyaman. Rasanya pengen dicopot aja kalo bisa. Terus hal lain yang aku rasakan adalah kepala keliyengan a.k.a pusing, berasa kayak darah rendah gitu lah. Sempat pas habis wudhu langsung melayang-layang  jalannya. Tapi aku pikir waktu itu karena habis puasa cuma makan takjil (belum makan nasi jadi energinya kurang). Kalau mual sih aku biasa aja, gak nyampe muntah, cuma hampir muntah aja. Tapi berhubung aku lagi puasa dan punya riwayat maag jadinya ku pikir gara-gara maag kambuh. Intinya aku berusaha untuk tidak terlalu Ge-eR biar gak kecewa nantinya. Akhirnya daripada gelisah terus bikin stres gara-gara gak tau hamil/nggak tapi nggak haid-haid juga, pulang terawih aku sama suami mampir ke apotek dekat rumah. Waktu itu beli testpack yang murce aja. Yah mikirnya kalau pun hasilnya masih (-) setidaknya nggak ngerasa buang-buang duit gitu. Waktu itu beli merk Onemed, harganya Rp. 2000  aja! Haha..seharga pentol dua biji ini mah. Gugup juga waktu beli testpack sendiri (maksudnya bilang sama mba penjualnya sendiri, sebelumnya kan suami yang beliin, akunya nggak ikut). Jadi pas beli adegannya seperti ini:

Aku     : mba ada testpack merk Onemed nggak? (sambil naroh tangan kanan di atas lemari kaca di apotek tersebut. Tujuannya biar mba nya lihat cincinku dan tahu aku sudah nikah. Sumpah aku masih gugup dan ngerasa kayak ABG salah pergaulan waktu beli testpack murah tersebut -_-“)
Mba     : ada, mau berapa?
Aku     : Hmm.. satu aja  deh mba, berapa?
Mba     : 2000
Aku     : (ke apotek cuma beli barang seharga 2000, berasa kayak lagi beli permen di warung) Yaudah sama folavit 1 keping ya mba
 
-10 Juli 2015-
Bangun, nyiapin makan sahur, setelah itu menuntaskan rasa penasaran di WC. Gugup juga waktu itu, takut kecewa lagi. Tapi tetap berusaha meyakinkan diri untuk positive thinking. Oya waktu itu di WC sampe bawa HP buat stopwatch supaya pas nyelup benar-benar gak kecepetan/kelamaan. Petunjuknya sih tertulis untuk mencelupkan selama 30-60 detik. Tapi pas detik ke-45 udah aku cabut. Lalu aku tunggu hasilnya selama 1 menit. Awalnya muncul 1 garis, lama kelamaan muncul 1 garis pink, makin lama garisnya makin kelihatan meskipun gak setebal garis satunya. Langsung deg-degan gak karuan di WC!! Kemudian aku bangunin suami..
Aku     : bangun yuk, sahur.. eh lihat nih kayaknya 2 garis *sambil ngasih liat testpack
                                                      *ini pake OneMed, btw fotonya  gak bisa di rotate ke kiri ._.
Suami : Hmmm.. iya dua. *dia ngeliatin dengan mata setengah melek!
Aku     : Tapi aku kok ragu ya? *dalam hati minta suami meyakinkan gitu lah. Haha
Suami : Yaelah sementang cuma 2000an kamu  ragu sama hasilnya?
Aku     : Ya habisnya gimana. *antara seneng dan bingung juga
Suami : Yaudah ntar aku belikan yang merk Sensitif biar kamu yakin
Aku     : Yayyyy :*

Sepulang kerja, suami sudah bawain testpack merk Sensitif. Langsung deh aku coba karena nggak sabaran. Dan Hasilnya.. Jeng jeng..
                                                      *ini pake Sensitif, tetap 2 garis meski agak samar 


-12 Juli 2015-
Pulang terawih aku dan suami lagi-lagi beli testpack.. Suami sampe bingung sendiri ngapain sampai beli lagi. Aku bilang penasaran aja, kalo perlu kita beli dua, satu dicelupin ke pipisku, satu ke pipis kamu.  Yaudah lah akhirnya kami pun beli merk Onemed dan akurat. Alhamdulillah suamiku mau aja nurutin kemauanku yang mendadak hobi ngoleksi testpack :)

-13 Juli 2015-
Bangun pagi pas mau sahur langsung inget ada testpack. Buru-buru pipis dan nyobain testpacknya. Gak tau deh berasa kayak ilmuwan aja gitu pas nyelupin testpack ke pipisnya. -.-
Langsung aja deh aku celupin, pertama Onemed dulu.. Hasilnya...

                                                      *ini pake Onemed, 2 garisnya makin jelas. MasyaAllah.. 

Lalu Akurat, hasilnya...
                           *ini pake Akurat, harganya Rp. 10.000, tetap 2 garis meski lebih jelas pake OneMed

Alhamdulillah. Warnanya makin jelas. Sore ini InsyaAllah mau ke Klinik Bersalin Annisa yang ada di jalan Japri Zam Zam Banjarmasin (atas rekomendasi Rima), berhubung aku nyari Spog Cewe. Aku sebenarnya udah daftar dari hari sabtu kemarin, tapi berhubung daftar antriannya udah penuh, akhirnya diminta datang hari senin sore jam setengah 4. Hari ini aku izin sama atasan buat pulang lebih awal biar bisa ke klinik. Sekarang aku deg-degan sekali, mohon doanya semoga Debaynya sehat. Aamiin :)
 





Kamis, 24 September 2015

Akhirnya Aku Melepaskan Pekerjaanku.. :)



       Melepaskan pekerjaan disaat orang lain saat ini sedang sibuk mencari pekerjaan adalah hal yang cukup berat. Namun disisi lain aku juga merasa lelah dan tidak nyaman dengan kondisiku saat ini. Iya, kondisi sedang hamil muda dan dituntut untuk bekerja selama 9 jam sehari membuat kesehatanku menurun. Suami pun memintaku untuk segera berhenti bekerja karena khawatir dengan kesehatanku. Sebenarnya dari awal menikah suami sudah meminta untuk berhenti bekerja karena posisiku di kantor membuat aku terpaksa harus berurusan dengan lawan jenis. Tapi aku mencoba bernegosiasi dengan suami agar aku berhenti kerja saat sudah genap 1 tahun. Namun sepertinya Allah berkehendak lain, aku sempat sakit dan mendadak terkena serangan vertigo karena terlalu lelah bekerja. Mungkin itu adalah cara Allah menunjukkan agar aku segera menuruti perintah suami untuk berhenti bekerja.. bisa jadi sih.. haha..
       Suami mengingatkan agar aku meniatkan ini semua karena Allah, insyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik nantinya. Apalah artinya kerja dengan gaji sekian rupiah jika suami tidak ridha. Akhirnya awal bulan september aku mengajukan surat pengunduran diri.. Bismillah.. aku hanya ingin menjadi istri yang taat dan menjadi Ibu yang memiliki waktu sepenuhnya untuk anak kelak. Aku yakin masalah rezeki sudah dijamin oleh Allah... 
         Sebenarnya semenjak kuliah pun cita-citaku sederhana, aku ingin kelak anak-anakku dididik dan dibesarkan oleh wanita yang minimal lulusan S1. Kalau aku bekerja, kemana aku harus mencari baby sitter lulusan S1? :)


Rabu, 12 Agustus 2015

Kata Siapa Kucing Penyebab Utama Toksoplasma?




“Hati-hati jangan terlalu dekat sama kucing, ntar susah hamil loh!”
     Buat para cewek pecinta kucing pasti sering tuh dengar petuah semacam itu. Bahkan ada beberapa orang yang jadi parno sama kucing dengan alasan takut sama bulunya. Ada kucing datang mendekat langsung di hush hush. Kasian si meong, padahal dia Cuma minta makan atau sekedar ingin dimanja.

     Dari kecil aku selalu melihara kucing gara-gara nenekku juga melihara kucing. Emang sih aku nggak adopsi kucing cantik sejenis persia atau anggora dari petshop. Semua kucing yang pernah ku pelihara hanya kucing lokal alias kucing kampung. Kucing-kucing tersebut ada yang dikasih orang, ada yang sengaja kupungut di jalan, ada yang datang sendiri ke rumah sampai akhirnya ku pelihara. Kucing-kucing tersebut aku perlakukan seolah mereka anggota keluargaku sendiri. Bahkan aku menyebut diriku “kakak” bagi mereka. Jadi misal ada kucingku yang namanya habibie meong-meong karena lapar, aku biasanya bilang “iya..iya kakak ambilkan dulu nasinya, sabar nasinya masih panas”. :D

     Singkat cerita, satu bulan menikah aku positif hamil. Alhamdulillah dikasih kepercayaan begitu cepat oleh Allah. Dan tiba-tiba semua perkataan orang tentang kucing dan toksoplasma membuatku kepikiran. Ya aku sih tetap yakin aja, nggak mungkin lah binatang kesayangan Nabi Muhammad SAW mendatangkan keburukan bagi kita. Intinya sih Nabi tidak mungkin akan menyukai kucing kalau kucing itu sendiri berbahaya bagi manusia. Selain itu aku juga yakin kalau kita baik sama makhluk ciptaan Allah, mereka juga pasti akan mendoakan yang baik-baik untuk kita. Kucing memang tidak bisa bilang terimakasih setiap kali kita memberi mereka makan, tapi yang melihara kucing pasti merasakan setiap kucing tersebut mengeluskan kepalanya ke tangan atau kaki kita dengan manja, itulah cara mereka berterimakasih dan mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap kita.

     Meskipun aku yakin InsyaAllah kucing tidak akan membawa bahaya bagiku maupun si debay, tapi nggak ada salahnya kan kalau aku cek toksoplasma ke lab. Lagipula toksoplasma nggak mutlak hanya ditularkan dari kucing. Makanan yang dikonsumsi setengah matang pun bisa jadi penyebabnya. Banyak orang yang terkena toksoplasma justru mereka yang tidak memelihara kucing. Hayoo... masih mau nyalahin kucing sebagai penyebab toksoplasma?

      Setelah melakukan pengambilan sampel darah pada hari Sabtu di Laboratoriom Prodia Banjarmasin, hari Selasa hasilnya sudah dapat diketahui. Oya sebenarnya seharusnya sih tes untuk wanita yang lagi promil maupun yang sudah hamil adalah tes TORCH lengkap. Tapi karena aku alhamdulillah nggak pernah kena cacar dan nggak ada riwayat herpes (Naudzubillah), aku rasa cukup tes anti toksoplasma Igg dan Igm nya saja. Untuk tes yang lainnya bismillah aja semoga hasilnya baik-baik aja. 

     Pemeriksaan anti Toksoplasma IgG dilakukan untuk mengetahui adanya antibodi Igg terhadap parasit toxoplasma gondii[1]. Sedangkan pemeriksaan anti toksoplasma IgM untuk mengetahui apakah saat ini tubuh kita terserang tokso atau tidak. Dan hasil dari pemeriksaanku kemarin adalah..
        Alhamdulillah baik IgG maupun IgM nya non reaktif. Artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. Asli deg-degan banget waktu mau buka amplop hasil labnya itu. Fyuhhh.. Lega dan puas deh pas udah cek di lab Prodia. Apalagi pelayanannya bagus banget. Bahkan petugas labnya juga ramah. Mba petugas lab nya bisa benget bikin aku yang sempat gugup waktu mau diambil darah jadi nggak ngerasa sakit yang berarti. Haha..
     Sekarang sudah terbukti kan kucing bukan penyebab utama toksoplasma, jadi please jangan mengkambing hitamkan kucing terus. Kalau kamu melihara kucing, intinya sih jaga kebersihan tangan tiap habis megang kucing. Kan toksoplasma itu sebenarnya menyebar dari kotoran kucing, namun tidak semua kucing penyebab toksoplasma. Lagi pula kamu melihara kucing main sama kucingnya kan? Nggak main sama po*p nya kucing. ._.”
       Jadi selama kamu bisa jaga kebersihan sih aman-aman aja. Tapi menurutku tes Torch itu tetap penting dilakukan oleh wanita yang mau menikah atau yang sudah hamil sekalipun. Karena penyebab toksoplasma tidak hanya dari kucing. Naudzubillah mindzalik kalau ketahuan kena kan bisa cepat diobati.

Semoga bermanfaat.. ^^

DaPus
[1]http://www.academia.edu/9205914/Anti_Toxoplasma_IgG_positif_Anti-Toxoplasma_IgG

Minggu, 12 Juli 2015

Two Stripes :)



رَبِّ هَبْ لى مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa (QS. Ali ‘Imran [3]: 38)
-30 Juni 2015-
Hari ini sudah telat 3 hari dari masa haid terpanjangku. Sebelumnya masa haidku berkisar antara 32-35 hari, dan hari ini sudah hari ke-38. Penasaran, tapi takut sama hasilnya, tapi kepo juga.. akhirnya habis sahur memutuskan untuk mencoba testpack yang dibelikan oleh suami. Btw waktu itu pake merk direct test (sorry gak pake sensor merk) karena ini yang pertama kali jadi mikirnya gak apa-apa lah beli yang agak mahalan. Oiya harganya Rp. 22.000, ada cawan untuk menampung pipisnya. Pas udah dicoba muncul 1 garis. Ditunggu tunggu eh cuma 1 garis aja yang artinya (-). Kecewa sih tapi berusaha ikhlas, dibawa santai aja, toh baru nikah 1 bulan yang lalu juga. 

-09 Juli 2015-
Ini sudah hari ke-47 dari HPHT (hari pertama haid terakhir), sudah 2 minggu telatnya.  Padahal sebelum-sebelumnya gak pernah telat selama ini, paling lama 1 minggu, itu pun jaraaaaang. Gelisah lah, apalagi beberapa hari sebelumnya juga ngerasain gejala-gejala mau haid gitu, perut kram, pinggang pegal, PD sakit. Tapi ada beberapa hal yang aku rasakan agak berbeda. Misal perut kram kalau mau haid biasanya cuma pas H-1 haid. Jadi aku pikir waktu itu “ah paling besoknya haid”. Tapi setelah beberapa hari kemudian tetap gak datang juga si haid. Malah perut masih suka kram, apalagi pas malam hari. Kram nya juga gak nyantai gitu, kayak lagi haid. Selain perut kram, PD juga nyerinya lebih berasa agak gimana gitu. Ya bayangin aja dipake jalan aja berasa gak nyaman. Rasanya pengen dicopot aja kalo bisa. Terus hal lain yang aku rasakan adalah kepala keliyengan a.k.a pusing, berasa kayak darah rendah gitu lah. Sempat pas habis wudhu langsung melayang-layang  jalannya. Tapi aku pikir waktu itu karena habis puasa cuma makan takjil (belum makan nasi jadi energinya kurang). Kalau mual sih aku biasa aja, gak nyampe muntah, cuma hampir muntah aja. Tapi berhubung aku lagi puasa dan punya riwayat maag jadinya ku pikir gara-gara maag kambuh. Intinya aku berusaha untuk tidak terlalu Ge-eR biar gak kecewa nantinya. Akhirnya daripada gelisah terus bikin stres gara-gara gak tau hamil/nggak tapi nggak haid-haid juga, pulang terawih aku sama suami mampir ke apotek dekat rumah. Waktu itu beli testpack yang murce aja. Yah mikirnya kalau pun hasilnya masih (-) setidaknya nggak ngerasa buang-buang duit gitu. Waktu itu beli merk Onemed, harganya Rp. 2000  aja! Haha..seharga pentol dua biji ini mah. Gugup juga waktu beli testpack sendiri (maksudnya bilang sama mba penjualnya sendiri, sebelumnya kan suami yang beliin, akunya nggak ikut). Jadi pas beli adegannya seperti ini:

Aku     : mba ada testpack merk Onemed nggak? (sambil naroh tangan kanan di atas lemari kaca di apotek tersebut. Tujuannya biar mba nya lihat cincinku dan tahu aku sudah nikah. Sumpah aku masih gugup dan ngerasa kayak ABG salah pergaulan waktu beli testpack murah tersebut -_-“)
Mba     : ada, mau berapa?
Aku     : Hmm.. satu aja  deh mba, berapa?
Mba     : 2000
Aku     : (ke apotek cuma beli barang seharga 2000, berasa kayak lagi beli permen di warung) Yaudah sama folavit 1 keping ya mba
 
-10 Juli 2015-
Bangun, nyiapin makan sahur, setelah itu menuntaskan rasa penasaran di WC. Gugup juga waktu itu, takut kecewa lagi. Tapi tetap berusaha meyakinkan diri untuk positive thinking. Oya waktu itu di WC sampe bawa HP buat stopwatch supaya pas nyelup benar-benar gak kecepetan/kelamaan. Petunjuknya sih tertulis untuk mencelupkan selama 30-60 detik. Tapi pas detik ke-45 udah aku cabut. Lalu aku tunggu hasilnya selama 1 menit. Awalnya muncul 1 garis, lama kelamaan muncul 1 garis pink, makin lama garisnya makin kelihatan meskipun gak setebal garis satunya. Langsung deg-degan gak karuan di WC!! Kemudian aku bangunin suami..
Aku     : bangun yuk, sahur.. eh lihat nih kayaknya 2 garis *sambil ngasih liat testpack
                                                      *ini pake OneMed, btw fotonya  gak bisa di rotate ke kiri ._.
Suami : Hmmm.. iya dua. *dia ngeliatin dengan mata setengah melek!
Aku     : Tapi aku kok ragu ya? *dalam hati minta suami meyakinkan gitu lah. Haha
Suami : Yaelah sementang cuma 2000an kamu  ragu sama hasilnya?
Aku     : Ya habisnya gimana. *antara seneng dan bingung juga
Suami : Yaudah ntar aku belikan yang merk Sensitif biar kamu yakin
Aku     : Yayyyy :*

Sepulang kerja, suami sudah bawain testpack merk Sensitif. Langsung deh aku coba karena nggak sabaran. Dan Hasilnya.. Jeng jeng..
                                                      *ini pake Sensitif, tetap 2 garis meski agak samar 


-12 Juli 2015-
Pulang terawih aku dan suami lagi-lagi beli testpack.. Suami sampe bingung sendiri ngapain sampai beli lagi. Aku bilang penasaran aja, kalo perlu kita beli dua, satu dicelupin ke pipisku, satu ke pipis kamu.  Yaudah lah akhirnya kami pun beli merk Onemed dan akurat. Alhamdulillah suamiku mau aja nurutin kemauanku yang mendadak hobi ngoleksi testpack :)

-13 Juli 2015-
Bangun pagi pas mau sahur langsung inget ada testpack. Buru-buru pipis dan nyobain testpacknya. Gak tau deh berasa kayak ilmuwan aja gitu pas nyelupin testpack ke pipisnya. -.-
Langsung aja deh aku celupin, pertama Onemed dulu.. Hasilnya...

                                                      *ini pake Onemed, 2 garisnya makin jelas. MasyaAllah.. 

Lalu Akurat, hasilnya...
                           *ini pake Akurat, harganya Rp. 10.000, tetap 2 garis meski lebih jelas pake OneMed

Alhamdulillah. Warnanya makin jelas. Sore ini InsyaAllah mau ke Klinik Bersalin Annisa yang ada di jalan Japri Zam Zam Banjarmasin (atas rekomendasi Rima), berhubung aku nyari Spog Cewe. Aku sebenarnya udah daftar dari hari sabtu kemarin, tapi berhubung daftar antriannya udah penuh, akhirnya diminta datang hari senin sore jam setengah 4. Hari ini aku izin sama atasan buat pulang lebih awal biar bisa ke klinik. Sekarang aku deg-degan sekali, mohon doanya semoga Debaynya sehat. Aamiin :)
 





 

HerNice Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review